Seminar Nasional Pendidikan Karakter  

Posted by b i a n


Minggu tanggal 27 Mei 2012, himpunan aktivitas kajian agama atau HASKA JMF FMIPA UNY menggelar seminar nasional pendidikan karakater (SNPK) dengan tema “Internalisasi Pendidikan Karakter Melalui Ketajaman Nurani dan Intelegensi dalam Menghadapi Era Globalisasi”. Seminar ini dilaksanakan di fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam (FMIPA) Universitas Negeri Yogyakarta.
Pendidikan karakter adalah pendidikan yang wajib dikenalkan pada setiap orang. Pendidikan karakter sekarang telah digembor-gemborkan di berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari kecil, orang tua sering memberikan kita pendidikan karakter agar kita menjadi orang berguna untuk orang lain. Contohnya adalah kejujuran. Dari kecil, orang tua kita selalu mengajarkan kita tentang arti kejujuran. Ajaran itu akan terus terkenang di pikiran kita sampai kapanpun. Contoh sederhana lainnya adalah menjaga kebersihan dengan membuang sampai pada tempatnya. Dari kecil ajaran itu telah merasuk ke dalam pikiran kita sehingga sampai kini kita selalu menerapkan hal tersebut untuk membuang sampah pada tempatnya. Ajaran pendidikan yang seperti itu akan memebentuk karakter setiap manusia. Dengan kata lain, karakter setiap manusia dibentuk oleh lingkungan terdekat. Sampai dewasa pun, kita masih membutuhkan pendidikan karakter agar kita bisa hidup sejalan.
Dalam Seminar kali ini, panitia menghadirkan dua pembicara yang super sekali. Namun sebelumnya, ada sambutan dari Syamsul Feri selaku ketua panitia SNPK 2012 dan wakil dekan FMIPA UNY.
Pembicara yang pertama adalah Prof. Dr. Husein Haikal, M.A. Beliau menyampaikan materi mengenai “Jalan Berliku demi Mutu (Antara Rupiah atau Berkah). Disini ditekankan bahwa dalam kehidupan setiap manusia tidak hanya mencari rupiah atau uang, tetapi manusia tersebut juga harus mencari berkah untuk hidupnya di akherat nantinya. Selain itu, beliau juga menyampaikan beberapa kisah inspiratif untuk para peserta.
Pembicara yang kedua adalah Sholikhin Abu Izzudin. Beliau adalah penulis “Zero to Hero”. Buku-buku beliau yang telah diterbitkan berjumlah 35 buku. Sembilan di antaranya menjadi best seller dalam penjualannya. Di dalam SNPK, beliau menyampaikan mengenai judul bukunya Zero to Hero dan mengenai karakter. Menurut beliau, orang yang bermohon kepada Allah adalah orang yang berkarakter kuat dan mempunyai integritas yang tinggi. Selain itu, beliau juga menyampaikan mengenai kata HERO. HERO disini bukan seorang pahlawan, tetapi HERO adalah kepanjangan dari Happy Ending Full Barokah. Di akhir pembicaraanya, beliau menyampaikan urgensi membentuk karakter Zero to Hero. Urgensi tersebut adalah Agar tidak kehilangan momentum dalam hidup, memiliki motivasi intrinsik, visi hidup yang jelas, misi hidup yang berkualitas, persepsi yang benar dan gamblang, integritas yang kuat, filosofi yang kokoh, ketangguhan spiritual, dan dapat istikhomah dan khusnul khotimah.
Dari segi teknis, seminar yang dihadiri oleh lebih dari 200 peserta ini berjalan dengan lancar. Ruang seminar FMIPA UNY dipenuhi peserta yang antusias menyaksikan seminar yang dahsyat ini. Peserta terdri dari berbagai lapisan masyarakat, seperti mahasiswa, anak sekolah, guru/dosen dan lain-lain. Seminar ini ditutup dengan pembagian doorprise untuk para peserta yang beruntung dan keenam penanya pada sesi diskusi.

This entry was posted on Sabtu, 02 Juni 2012 at 07.03 . You can follow any responses to this entry through the comments feed .

0 komentar

Posting Komentar