tentang tiga warna seribu nyawa  

Posted by b i a n


Peraturan di Indonesia sangat beragam. Peraturan-peraturan yang dibuat oleh pihak yang berwenang ini bertujuan untuk mentertibkan masyarakat luas. Semua masyarakat yang menjadi warga negara Indonesia diharapkan dapat mematuhi peraturan-peraturan ini. Bahkan warga negara asing yang tinggal di Indonesia juga terikat dengan peraturan ini. Setiap peraturan yang dibuat sudah melalui musyawarah para pejabat tinggi. Salah satu peraturan yang ada di Indonesia adalah peraturan untuk tertib lalu lintas. Peraturan ini memuat tata tertib untuk menjadi pengguna lalu lintas yang patuh. Sebagai contoh dari peraturan lalu lintas ini adalah lampu lalu lintas. Lampu ini berada di setiap belokan, pertigaan, atau perempatan yang dianggap rawan. Lampu lalu lintas yang mengatur pengguna jalan, khususnya pengguna kendaraan bermotor ini terdapat 3 buah lampu dengan warna dan aturan yang berbeda. Warna yang pertama adalah merah. Lampu berwarna merah ini mengatur agar para pengguna jalan berhenti. Lampu kuning memperingatkan pengguna jalan agar berhati-hati dan lampu berwarna hijau sebagai tanda pengguna jalan boleh jalan. Jika di persimpangan, lampu lalu lintas ini diatur sedemikian rupa sehingga lampu tersebut menyala secara bergiliran. Hal tesebut bertujuan untuk meminimalisasi angka kecelakaan. Peraturan ini telah ditetapkan dunia internasional.
Setiap orang itu berbeda-beda dalam menyikapi peraturan lampu lalu lintas. Ada yang mematuhi peraturan tersebut demi keselamatan, tetapi juga banyak dari pengguna kendaraan bermotor yang melanggarnya. Ketika lampu hijau menyala, mereka mempercepat laju kendaraannya agar tidak mendapatkan lampu merah lagi. Mereka seperti tidak menghiraukan keselamatan diri mereka. Hal itu terjadi pula ketika detik-detik terakhir saat lampu hijau menyala, banyak dari mereka yang semakin cepat mengendari kendaraannya. Bahkan ketika lampu kuning sebagai tanda hati-hati, mereka masih melaju dengan cepat agar tidak berhenti. Pelanggaran tersebut terjadi saat pos polisi yang biasanya berada di salah satu pojok tidak ada yang jaga. Kalau ada polisi yang berjaga, para pengguna jalan tidak akan melanggar lampu lalu lintas itu. Selain itu, pelanggaran ini didukung dengan alasan mereka untuk cepat sampai di tempat tujuan. Terjadinya pelanggaran lampu lalu lintas ini terjadi dimana-mana. Bahkan pernah ada seorang pengendara sepeda motor yang dengan cepat menerobos lampu merah yang telah menyala. Ia tidak memikirkan bagaimana jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, seperti penilangan oleh pihak yang berwajib atau kecelakaan. Kecelakaan yang sering terjadi kebanyakan diakibatkan oleh pelanggaran yang dilakukan para pengguna jalan tersebut. Pelanggaran ini sudah membudaya di kalangan pengguna jalan. Hal ini telah menjadi permasalahan bagi pihak berwajib.
Pelanggaran aturan lampu lalu lintas harusnya bisa diselesaikan secara baik-baik. Salah satunya adalah dengan penjagaan ketat oleh polisi di setiap pos polisi. Polisi tersebut sebisa mungkin menegakkan peraturan yang telah disepakati sebelumnya. Polisi harus bisa bersikap tegas dengan para pengguna jalan. Pengguna jalan yang melanggar peraturan hendaknya mendapatkan sanksi sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan. Masyarakat luas yang tidak menginginkan kejadian-kejadian buruk harus mendukung langkah polisi untuk ikut serta dalam penegakkan peraturan di Indonesia. Perubahan untuk menuju kebaikan itu diperlukan agar tidak ada pelanggaran lagi.

Seminar Nasional Pendidikan Karakter  

Posted by b i a n


Minggu tanggal 27 Mei 2012, himpunan aktivitas kajian agama atau HASKA JMF FMIPA UNY menggelar seminar nasional pendidikan karakater (SNPK) dengan tema “Internalisasi Pendidikan Karakter Melalui Ketajaman Nurani dan Intelegensi dalam Menghadapi Era Globalisasi”. Seminar ini dilaksanakan di fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam (FMIPA) Universitas Negeri Yogyakarta.
Pendidikan karakter adalah pendidikan yang wajib dikenalkan pada setiap orang. Pendidikan karakter sekarang telah digembor-gemborkan di berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari kecil, orang tua sering memberikan kita pendidikan karakter agar kita menjadi orang berguna untuk orang lain. Contohnya adalah kejujuran. Dari kecil, orang tua kita selalu mengajarkan kita tentang arti kejujuran. Ajaran itu akan terus terkenang di pikiran kita sampai kapanpun. Contoh sederhana lainnya adalah menjaga kebersihan dengan membuang sampai pada tempatnya. Dari kecil ajaran itu telah merasuk ke dalam pikiran kita sehingga sampai kini kita selalu menerapkan hal tersebut untuk membuang sampah pada tempatnya. Ajaran pendidikan yang seperti itu akan memebentuk karakter setiap manusia. Dengan kata lain, karakter setiap manusia dibentuk oleh lingkungan terdekat. Sampai dewasa pun, kita masih membutuhkan pendidikan karakter agar kita bisa hidup sejalan.
Dalam Seminar kali ini, panitia menghadirkan dua pembicara yang super sekali. Namun sebelumnya, ada sambutan dari Syamsul Feri selaku ketua panitia SNPK 2012 dan wakil dekan FMIPA UNY.
Pembicara yang pertama adalah Prof. Dr. Husein Haikal, M.A. Beliau menyampaikan materi mengenai “Jalan Berliku demi Mutu (Antara Rupiah atau Berkah). Disini ditekankan bahwa dalam kehidupan setiap manusia tidak hanya mencari rupiah atau uang, tetapi manusia tersebut juga harus mencari berkah untuk hidupnya di akherat nantinya. Selain itu, beliau juga menyampaikan beberapa kisah inspiratif untuk para peserta.
Pembicara yang kedua adalah Sholikhin Abu Izzudin. Beliau adalah penulis “Zero to Hero”. Buku-buku beliau yang telah diterbitkan berjumlah 35 buku. Sembilan di antaranya menjadi best seller dalam penjualannya. Di dalam SNPK, beliau menyampaikan mengenai judul bukunya Zero to Hero dan mengenai karakter. Menurut beliau, orang yang bermohon kepada Allah adalah orang yang berkarakter kuat dan mempunyai integritas yang tinggi. Selain itu, beliau juga menyampaikan mengenai kata HERO. HERO disini bukan seorang pahlawan, tetapi HERO adalah kepanjangan dari Happy Ending Full Barokah. Di akhir pembicaraanya, beliau menyampaikan urgensi membentuk karakter Zero to Hero. Urgensi tersebut adalah Agar tidak kehilangan momentum dalam hidup, memiliki motivasi intrinsik, visi hidup yang jelas, misi hidup yang berkualitas, persepsi yang benar dan gamblang, integritas yang kuat, filosofi yang kokoh, ketangguhan spiritual, dan dapat istikhomah dan khusnul khotimah.
Dari segi teknis, seminar yang dihadiri oleh lebih dari 200 peserta ini berjalan dengan lancar. Ruang seminar FMIPA UNY dipenuhi peserta yang antusias menyaksikan seminar yang dahsyat ini. Peserta terdri dari berbagai lapisan masyarakat, seperti mahasiswa, anak sekolah, guru/dosen dan lain-lain. Seminar ini ditutup dengan pembagian doorprise untuk para peserta yang beruntung dan keenam penanya pada sesi diskusi.

Proker Ilmiah - Seminar Nasional 2012  

Posted by b i a n


Hari ini, Sabtu tanggal 26 Mei 2012 Himpunan Mahasiswa Kimia FMIPA UNY periode 2012 menggelar acara yang dahsyat dan membahana. Acara ini adalah Seminar Nasional Kimia dengan tema “IMPLEMENTASI KIMIA DAN PENDIDIKAN KIMIA DALAM PENINGKATAN KUALITAS LINGKUNGAN “. Seminar nasional atau disingkat dengan Semnas ini adalah program kerja tahunan dari HIMA KIMIA FMIPA UNY. Kali ini semnas diadakan di Ruang seminar lantai 2 Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNY.
Acara ini dibuka dengan MC yang super dahsyat pula, Hendry Styawan dan Malina Mufti Salamah. Mereka berdua adalah DPO atau Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO) dari HIMA KIMIA. DPO adalah mantan pengurus HIMA KIMIA. Selanjutnya, pembukaan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari birokrasi Rektorat dan dekanat. Sambutan pertama dari ketua Semnas Kimia 2012 yaitu Tika Pangesti (Dept Ilmiah ’12). Di sini, dia menyampaikan ucapan terimakasih karena peserta yang datang hampir memenuhi kuota yang disediakan. Selanjutnya, sambutan dari Dekan FMIPA, bapak Dr. Hartono dan sambutan terakhir dari Pembantu Rektor I, Ibu Nurfina.
Setelah acara pembukaan, dilanjutkan dengan acara inti. Di sini adalah penyampaian materi oleh pemateri 1 dan 2. Sebagai pemateri 1, ditunjuk Ibu Ani Oktavia Lestari, S.Si. Beliau adalah pemateri dari PT Candra Asri. PT Candra Asri adalah perusahaan polimer terbesar se-Asia Tenggara. Di dalam materi, beliau menyampaikan mengenai pengenalah Polyethilene dan degradable plastic. Di sini, beliau memberitahukan bahwa pengolahan plastic yang sehari-hari kita pakai tidak semudah kita membuangnya. Contohnya adalah plastik gelas air mineral yang dibuat melalui 3 tahap. Tahap-tahap tersebut sangat rumit. Selain itu, beliau juga menjelaskan mengenai penguaraian kantong plastik yang memakan waktu lama.
Pemateri yang kedua yang tak kalah super adalah dari Dr. Eko Sugiharto, DEA. Beliau adalah dosen UGM dan juga kepala Pusat Studi Lingkungan Hidup atau PSLH UGM.  Disini, beliau menerangkan mengenai analisis dampak lingkungan. Kata beliau, setiap pembangunan yang akan menyebabkan dampak harus dianalisis. Dengan seperti itu suatu pembangunan akan berjalan dengan baik.
Pemateri terakhir adalah Dr. Eddy Heraldy, M.Si, seorang dosen dari Kimia FMIPA UNS atau Universitas Sebelas Maret. Beliau menyampaikan mengenai peran strategis pendidikan kimia dalam meningkatkan kualitas lingkungan. Disini, kita dapat mengetahui peran apa saja yang bisa kita ambil untuk menghubungkan jurusan pendidikan dengan lingkungan. Selain itu juga disampaikan mengenai strategi cerdas untuk meningkatkan kualitas lingkungan.
Ilmu-ilmu yang kita dapatkan dari semnas kali ini sangat berguna untuk menggunakan jurusan kita dengan lingkungan yang ada disekitar kita.